TERBANG DENGAN SAYAP FAJAR ? .... DIA SELALU ADA BAGI KITA...

Search This Blog

Sunday, November 27, 2011

Mengapa Kita masih Berbuat Dosa (2)

Kita masih berbuat dosa karena sering kali kita terpesona dengan sesuatu dari dunia ini.


Mirip dengan Hawa, yang terpesona melihat eloknya buah pengetahuan yang baik dan buruk.  Saat melihat buah itu, dia tidak melihat hal yang lain yang lebih elok dari buah itu yaitu Tuhan sendiri. Tuhan memang sedang tidak menampakkan diri kepada Hawa saat peristiwa itu, karena memang Tuhan memberi "kehendak bebas" kepada manusia. Perintah-Nya sudah jelas yakni mengusahakan dengan baik seluruh Taman Eden. Dan jangan memakan 1 buah itu saja yakni buah pengetahuan yang baik dan jahat.

Kematiah Yesus di kayu salib mengembalikan situasi ini. Dengan darah-Nya, kita dikembalikan kepada keelokan yang sejati, yakni Persekutuan dengan Dia. Kita boleh kembali menikmatinya, dan memang ketika kita datang kepada-Nya, Dia jauh lebih elok dibanding semua yang ada di dunia ini. Semua kemuliaan dunia ini pudar di hadapan tahta-Nya.


Ketika kita datang kepada-Nya, maka kita percaya kepada-Nya. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita percaya juga bahwa Dia sudah menebus segala dosa dan kenajisan kita di kayu salib, karena tidak mungkin kita membayar kenajisan kita dengan diri kita sendiri atau segala perbuatan amal baik kita, karena kita ini najis adanya.  Hanya dengan penebusan dari Dia, kita mendapatkan kembali kekudusan kita.

Jadi saat kita datang kepada-Nya, maka Kuasa Darah-Nya itu menerpa kita, melayakkan kita, dan kita boleh menikmati keelokan yang sejati dari Dia yakni Dia sendiri. Betapa itu sangat berharga bagi kehidupan kita. Dan dunia, di manakah dia sekarang....? Itulah sebabnya Dia mengatakan bahwa anak-anak-Nya mengalahkan dunia ini. 


Saturday, November 19, 2011

Mengapa Kita masih dapat Berbuat Dosa?

hari ke-6 berkat.


Mengapa kita masih dapat berbuat dosa? Malam ini aku dapatkan inspirasinya.


Karena : ---> "paradigma dunia ini" tiba-tiba mengikat kepala kita.


Sebenarnya Yesus sudah memakunya di kayu salib : ---> " mahkota duri" ---> simbol paradigma dunia ini telah digantung di kayu salib. Mengapa kita memakainya lagi? Tanpa kita sadari? Karena kita masih berada di dalam dunia ini. " I Yoh 5:19b : ".........dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."


Oleh sebab itu Dia berdoa : " lindungilah mereka dari pada yang jahat"



Namun Dia berkata " domba-dombaKu mengenal suaraKu,"


Betapa kita harus selalu mendengarkan Dia, berada selalu dalam persekutuan dengan Dia. Supaya "mahkota duri itu" tidak akan lagi melingkar di kepala kita. Amien.



Wednesday, November 16, 2011

Mengasihi Bapa

Ini Hari ketiga
Pagi ini kembali aku diingatkan dengan salah satu ayat I Yoh 2 :15-18 sbb :

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.



Andai aku dapat dengan kuat berkata dalam hatiku "Aku mengasihi Engkau Bapa". Ingin sekali aku merasakannya. Sama seperti Dia yang telah hidup di dunia ini, mengasihi Bapa sampai akhir.


Bagaimana dengan Anda?

Hari ke-empat datang lagi berkat :
8:1. Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Bagaimana tentang "kusta rohani?". Lebih susah disembuhkan. Tetapi Roh Kudus memberi pengharapan :"tidak ada yang tidak dapat disembuhkan".

Kusta Rohani : suatu kebiasaan jelek, buruk, negatip yang menempel di kehidupan kita, baik yang kita pikirkan, angan-angankan, bahkan yang kita lakukan. Allah mau itu dilenyapkan dari kehidupan kita. Wow....bagaimana caranya? Dari ayat diatas dapat memberi inspirasi kepada kita.

GBU.