TERBANG DENGAN SAYAP FAJAR ? .... DIA SELALU ADA BAGI KITA...

Search This Blog

Showing posts with label Kesaksian. Show all posts
Showing posts with label Kesaksian. Show all posts

Thursday, June 28, 2012

Jodohku

Pada sekitar tahun 2002, aku merasa perlu teman hidup. Aku suka kepada seorang gadis. Tidak terlalu cantik sih, tapi kalau aku pandang terus cantik juga dia....he..he...he....Kalo aku ajak bicara, gadis ini bisa nyambung, .......juga untuk hal-hal yang rohani.

Namun aku merasa enggan untuk mendekatinya karena kupikir kalau itu bukan dari Tuhan, maka yang aku lakukan hanya sia-sia atau buang waktu saja. Sebenarnya hal yang wajar kalau seorang laki-laki mendekati wanita yang ditaksirnya, tetapi pada waktu itu aku tidak melakukannya.

Entah kenapa tiba-tiba aku berdoa demikian :" Tuhan, kalau memang dia, pasti dia akan telefon aku". Tiba-tiba selang beberapa hari kemudian dia telefon saya dengan maksud minta nomor telefon saudaraku kemudian aku berikan nomor telefonnya. Saya terkejut juga, tetapi saya masih ragu.

Aku merasa belum pasti, lalu aku berdoa lagi : " Tuhan, kalau memang dia, dia akan telephone saya lagi'. Dan benar..... Dia telephone lagi,....dan akhirnya kami jadian .......(maaf gambar hatinya ga ada he..he..he)

Bukan hanya itu Saudara, suatu waktu saat kami berbicara berdua dia mengatakan ini ..." Mas, pada waktu aku di Surabaya, aku merasa disuruh Tuhan berdoa untuk Mas.." Nah Saudara.....makin diteguhkanlah hati ini. Dia adalah jodohku.......yang Tuhan beri sampai sekarang.

Teringat satu ayat berbunyi : ......atas keterangan dua atau tiga saksi suatu perkara itu sah.......tiga kejadian itu menguatkan hati saya.

Memang kami banyak berbedaan, prinsip, dsb tetapi Tuhan selalu mendorong saya......kasihi dia.....kasihi dia.....kasihi dia......indah sakali.( gambar hati lagi ya ...he ..he ..he)

Saudara, semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi kepada Saudara semua. Andalkan Tuhan dalam memilih pasangan hidup Anda. Jangan sampai jatuh apalagi kepada pasangan yang tidak seiman. DIA ada, sungguh ada. Dengarkan DIA, rasakan DIA, DIA selalu rindu berbicara dengan Anda.

DIA yang terbaik bagi Saudara dan Saya. Amien.

Friday, March 9, 2012

Capek Sekali Tuhan

Beberapa waktu yang lalu, aku pulang kerja di Sengkaling Malang, aku merasakan badanku capek / lelah sekali. Pulang sudah sekitar pukul 16.30 sore, besuknya harus datang ke Kediri, karena akan ada lokakarya KBK.



Jadi aku berpikir sebaiknya aku harus segera pulang ke Kediri supaya dapat istirahat. Lokakarya biasanya akan dilakukan seharian dari pagi sampai sore. Jika aku pulang pagi, pasti akan sangat lelah dan tidak dapat mengikuti dengan baik.


Sore itu badanku sangat lelah, bila aku merebahkan diri di tempat tidur pasti akan segera tertidur bisa-bisa sampai pagi. Aku duduk di tepi tempat tidur, tiba-tiba aku berdoa, ngomong sama Tuhan " Tuhan aku capek capek sekali....dan seterusnya aku lupa aku sudah ngomong apa saja dalam doa".


Setelah amin dan bangkit berdiri aku terkejut " Lho capekku kok hilang..." aku gerakkan badanku ke kiri dan kekanan untuk memastikan ....dan ternyata capek / lelahku memang hilang. Aku segera mengambil tas dan memakai jaketku lalu pulang ke Kediri naik sepedamotor karena itu yang paling cepat untuk sampai di Kediri. Sampai di Kediri perjalanan sekitar 2,5 - 3 jam kembali aku terkejut aku tidak merasakan capek setelah perjalanan dengan sepeda motor itu dibanding dengan hari biasanya.


Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang tidak aku duga sebelumnya.

Sunday, November 6, 2011

Disembuhkan oleh Firman


 
Pada waktu itu saya masih duduk di kelas III SMA di Kota Kediri. Saya sudah mengenal Tuhan namun saya tidak "bertumbuh" dengan baik. Tiba-tiba saya mengalami suatu penyakit gatal-gatal. Mula-mula ada di tangan kecil-kecil dengan diameter kira-kira 1/2 Cm. Pada berjalannya waktu semakin berat. Bahkan sekujur tubuh gatal semua, karena beratnya sampai-sampai kulit saya bengkak, saya melihatnya maaf mirip kulit badak.

Saya mencoba memeriksakan diri ke dokter dikatakan sakit urtikaria. Dari hasil test alergi saya dinyatakan allergi debu dan serangga. Bagaimana saya harus menghindari debu. Mau menghindar ke mana? Maka saya harus minum obat antihistamin (anti alergi) seumur hidup.

Penyakit ini berlanjut hingga kuliah di Akademi Keperawatan. Di bangku kuliah inilah saya kembali rindu untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan.
 
Suatu saat saya membaca Alkitab, saya menemukan ayat di dalam Mazmur sbb :

119:89 Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
119:90 Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada.
119:91 Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani   Engkau.

Saya tersentak, "apakah penyakit ini melayani Tuhan?.. Kemudian saya mulai rajin membaca Alkitab, memuji dan menyembah Tuhan.

Pada saat bersaat teduh itu gatal-gatal yang tumbuh sampai seukuran 1 Cm tiba-tiba tidak jadi membesar. Besuknya tumbuh lagi, lalu saya kembali melakukan saat teduh saya, baru 1/2 Cm kemudian hilang. Saya mulai stop obat, kemudian bila gatal-gatal timbul saya mulai membaca Alkitab dan memuji Tuhan. Berikutnya mereka tidak berani timbul lagi.

Sejak saat itu saya percaya, tidak ada sesuatupun yang terjadi kebetulan. Jika semuanya terjadi semata-mata adalah seizin Tuhan. Dan tanpa seizin Tuhan tidak ada sesuatupun dapat terjadi.

Mungkin Anda memiliki masalah : sakit penyakit, keuangan, jodoh, keturunan, dsb datanglah kepada-Nya.

Untuk yang menderita sakit - penyakit Tuhan berfirman dalam Mazmur 107 : 20 "Disampaikan-Nya Firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur."

Kondisi liang kubur adalah kondisi yang tidak menyenangkan ;  menakutkan, ketidakpastian, kecemasan, kesesakan, dsb. Kita butuh Firman-Nya.
 
Dia berkata :
Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Dia begitu terbeban untuk menolong Kita, tetapi Kitapun harus pikul kuk, yakni melakukan seluruh kehendak-Nya, supaya beban Dia untuk membebaskan Kita semakin ringan dan Kita akan segera terbebas.

Dan inilah janjinya :
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. " (Yohanes 10:10).

Terpuji Nama-Nya.

Friday, August 19, 2011

Kesaksian : Asthmaku Sembuh

Sejak tahun 2000 setelah kelulusanku dari S1 Keperawatan di Bandung aku mulai terkena rhinitis alergi, yakni pilek / flu karena alergi, biasanya terjadi saat pagi hari, kemudian hilang saat siang. Aku berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam katanya zat-zat kimia di Bandung membuat saluran pernafasanku berubah demikian. 

Pada tahun 2009 sebelum kepindahanku ke Batu, aku mengalami sakit Asthma, rupanya alergi mulai turun ke saluran pernafasan bawah. Aku seringkali terbangun di malam hari karena sesak, setelah bangun dan duduk atau berjalan sesaat sesakku hilang, ganti batuk kecil-kecil. Dan itu sering terjadi.

Saat puasa 15 hariku sebelum kepindahanku ke Batu, aku tidak pernah sesak. Kemudian setelah kepindahanku ke Sengkaling Malang di rumah tinggalku dekat Batu (udara jauh lebih dingin daripada Kediri) kembali Asthmaku sering kambuh. Aku merasakan dorongan Tuhan untuk berpuasa selama 3 hari. Pagi dan siang aku hanya minum, makan pada sore hari. Pada hari ketiga puasaku Asthmaku lenyap, Haleluyah, aku merasa disembuhkan oleh Tuhan.

Dua tahun kemudian, yakni Bulan Juli 2011, aku bekerja part time di Batu 3 hari dan di Kediri (STIKes) tiga hari. Suasana kerja yang baru, yang tidak sama dengan dahulu ketika aku pernah bekerja di situ sebelumnya. Aku selalu mencoba melindungi pikiranku dengan sangat. Aku antipati , waspada dengan dunia. Tiba-tiba asthmaku kambuh. Aku merasa heran, sudah disembuhkan oleh Tuhan, tapi sekarang penyakitku datang lagi. Aku terus bertanya "kenapa Tuhan?".


Suatu malam di Bulan Agustus 2011, aku lupa tanggalnya....aku sendirian di Sengkaling. Sekitar jam 1 pagi aku terbangun karena sesakku, dan itu sangat berat. Sehari sebelumnya aku minta obat alergi, namun aku merasa Tuhan tidak ijinkan aku memakainya. Malam itu aku mulai berpikir aku harus ke rumah sakit, tapi pikirku aku bisa pingsan di jalan (jarak 15-20 mnt) dengan sepeda motor. Sebenarnya ada obat alergi yang aku dapatkan, tetapi aku tidak meminumnya dan memutuskan untuk mencari penyebabnya. Aku mulai berdoa " kenapa Tuhan?".

Kemudian Roh Kudus mengingatkan aku tentang reff pujian dari GMB ..."tinggikan Diri-Mu, mengatasi langit....Kemuliaan-Mu mengatasi bumi..." Kemudian aku menyanyikannya berulang-ulang. Beberapa saat kemudian sesakku reda. Jam 2, aku mengantuk dan kuputuskan untuk tidur lagi (biasanya aku takut tidur, karena jika berbaring sesakku kembali semakin berat).

Jam 4 pagi aku bangun dan heran...sesakku lenyap tanpa obat...tinggal batuk kecil-kecil. Sejak saat itu asthmaku hilang....tiap malam tidak ada lagi sesak. dan jika sesak sedikit kembali aku memohon kepada Tuhan...... "tinggikan Diri-Mu, mengatasi langit....Kemuliaan-Mu mengatasi bumi......."

Pujian itu berasal dari Mazmur 57. Aku mendapat pengertian baru : yang dimaksud langit dan bumi bukan langit yang di atas kepala kita, dan bumi bukan yang kita injak dengan kaki kita. Tetapi semua yang kita pikirkan yakni angan-angan kita, cita-cita kita, harapan-harapan kita, ide-ide kita, itulah langit-langit kehidupan kita. Dan bumi ialah apa yang sedang kita alami saat ini ; pekerjaan kita, tugas-tugas kita, kesulitan-kesulitan kita, masalah-masalah kita. DIA mau langit dan bumi kehidupan kita diliputi oleh Kemuliaan-Nya.

Raja Daud, dia yang seorang raja, kurang kemuliaan apa sehingga dia berdoa kepada Tuhan dalam Mazmur 115:1. "Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!"  Jika langit dan bumi kehidupan kita dipenuhi Kemuliaan Tuhan, bukan kita, bukan kepandaian kita, bukan harta kita, bukan segala usaha dan perbuatan kita, bukan tingkat pendidikan atau status kita tetapi DIA lah yang layak mendapatkan kemulian.

Kemuliaan Tuhan artinya : "Tuhan yang dimuliakan". Amin.



TINGGIKAN DIRI-MU
by GMB

KU BERSYUKUR PADA-MU TUHAN
ATAS KASIH-MU
KU BERMAZMUR BAGI NAMA-MU YANG KUDUS
S’BAB ENGKAU KEBENARANKU
PADA-MU KU PERCAYA
BETAPA MULIANYA TUHANKU
KU RINDU MENYATAKAN

Reff :
        TINGGIKAN DIRI-MU MENGATASI LANGIT
        KEBESARAN-MU TUHAN MENGATASI BUMI
        TINGGIKAN DIRI-MU MENGATASI LANGIT
        KEMULIAAN-MU TUHAN MENGATASI BUMI

Songwriters : Joseph S. Djafar & Jonathan Prawira

Saturday, June 11, 2011

Sabtu, 11 Juni 2011


Bapa Yang Baik

oleh Givingmyheart....

Ya Bapa, biarlah yang membaca kesaksianku ini, mereka boleh mendapatkan berkat-berkat-Mu yang melimpah. Nyatakan kepada mereka bahwa Engkau sungguh ada dan nyata bagi mereka. Biarlah kasih karunia-Mu yang ajaib tercurah bagi mereka. Amin.



ADUH PAK, TOLONG KEPALAKU SAKIT SEKALI...........
Pada waktu itu saya sedang bekerja di Rumah Sakit saya yang pertama, saya bekerja  di Paviliun II, ketika saya dalam masa orientasi setelah menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan.

Pada saat jam istirahat tiba-tiba hati saya rindu sekali kepada pimpinan Tuhan, saya berdoa " Tuhan sudah lama Engkau tidak memimpinku, tolong aku pimpin aku". Lalu aku merasa Tuhan berbicara kuat di dalam hati saya " berjalanlan ke Isolasi II" namun saya menjawab " tidak Tuhan, aku mau ke kamar I" karena kebiasaanku berkeliling melihat pasien dimulai dari kamar I. Kembali dengan kuat Dia berkata " berjalanlah ke Isolasi II" lalu jawabku "baiklah Tuhan" .Aku berjalan ke Ruang Isolasi II, apa yang terjadi ....seorang pasien  sedang menyeringai wajahnya nampak kesakitan ..." aduh Pak, tolong kepalaku sakit sekali.." Lalu aku bergegas mengambilkan obat untuk bapak tadi... Puji Tuhan, Tuhan  membawaku tepat pada waktunya untuk menolong pasien. Aku sedikit protes kepada Tuhan, mengapa aku harus melakukan ini semua, mengapa aku tidak jadi pemberita injil saja (tentu saja dalam pimpinan-Nya?). Aku tidak mengerti bahwa Dia menghendaki persekutuan / pergaulan yang erat dengan kita apapun profesi atau pekerjaan kita. Kita berhak mendapatkannya.


PINDAH KERJA PERTAMAKU....
Pada waktu itu  aku sedang bekerja di rumah sakitku yang pertama. Aku dipindahtugaskan dari STIKES ke  bagian Diklat, tugasku membuat proposal-proposal diklat untuk dilaksanakan dan pelatihan-pelatihan selanjutnya. Aku merasa boring, stagnan, merasa tidak mengalami pertumbuhan. Aku ingat masa-masa yang lalu begitu pesat pertumbuhan rohaniku. Lalu aku mulai berpikir untuk berhenti bekerja ;  aku merasa harus melepaskan semua, dan belajar bergantung penuh kepada Tuhan.

Aku mulai berdoa ; Tuhan apakah aku harus pergi....Aku sangat gelisah, cemas, kalau keluar aku akan kerja dimana? Tapi aku bertekad aku mau bergantung penuh kepada Tuhan. Lalu berdoa dan berpuasa. Aku merasa banyak Firman Tuhan menguatkanku. Salah satu Nas Alkitab menguatkan aku : " ... yang begini ini belum pernah terjadi....." akhirnya aku harus memutuskan untuk resign, aku tidak takut lagi. Biasanya orang resign karena alasan-alasan tertentu misal pindah rumah, diterima PNS, ikut suami, dsb. Tetapi alasan resign saya adalah " Saya memiliki visi yang baru".

 Saudaraku, jangan mencoba seperti yang saya lakukan kalau benar-benar tidak ada pernyataan Tuhan. Anda akan menyesal.

Ada kejadian lain : nenek istri saya yang post stroke tiba-tiba tidak sadar dari siang sampai malam. Kami sudah siap dengan segala yang buruk. Tetapi tiba-tiba malam pukul 21.30 beliau sadar, lalu mencari saya (padahal beliau tidak dekat dengan saya) dia katakan "...kamu pindahlah ke Batu nanti uangmu pasti banyak.." saya hanya tersenyum sambil berkata "kok embah tahu?" lalu beliau menjawab " udah to, pindahlah ke Batu. Saya hanya menyimpan dalam hati, dalam hati saya tertawa.
Ada gambaran dalam hati saya Rumah Sakit di Batu ini seperti kerajaann kecil yang terang-benderang di dalamnya. Saya tidak tahu maksudnya apa. Lalu saya mengatakan kepada mertua saya "Ibu, saya memang senang dengan rumah sakit itu" lalu ibu menjawab " ya sudah kamu sms apa telepon direkturnya" saya memang memiliki nomor telepon Beliau. Tetapi saya menjawab " Ibu, saya tidak akan sms, tidak akan telepon, tidak akan kirim lamaran atau datang ke sana. Jika Tuhan menyuruh bekerja di sana pasti saya akan dipanggil." Jawaban saya sepertinya tidak masuk akal.

Tiga hari setelah surat pengunduran diri saya ajukan, Direktur RS yang di Batu itu sms saya ingin bertemu saya. Beliau bertanya " kami dengar Anda mau keluar, bagaimana kalau ke Batu? Dalam hati saya ini ajaib, benarkah saya harus bekerja di sana? Saya katakan kepada Beliau " Saya sudah mengundurkan diri Dok, tetapi saya akan berdoa apakah benar saya harus ke Batu".

Oleh karena seluruh pihak keluarga baik dari saya maupun istri saya mendorong saya untuk pergi ke Batu. Tuhan memberi penguatan firman dalam Alkitab bahwa saya harus memberikan damai sejah tera kepada semuanya......jadi saya putuskan untuk bekerja di Rumah Sakit kedua saya itu. Itupun setelah 3 hari setelah  saya keluar dari rumah sakit saya yang pertama,  baru kemudian saya menghubungi Direktur di Batu.

MASA AWAL DI BATU.......

Pada masa awal di Batu saya mulai sibuk mencari tempat tinggal kesana kemari, mencari kontrakan, perumahan baru (KPR) seolah-olah saya akan terus di sana. Sampai 2 minggu saya tidak mendapatkan yang tepat lalu saya merasakan capek dan stress berat. Tiba-tiba dalam kondisi stress itu saya merasa Tuhan berbicara dalam hati saya "Kamu tahukan sekarang, Akulah yang membuatmu bahagia" ...... jadi bukan segala situasi yang saya alami....... Saya tertegun; selama ini saya bukan apa-apa, oleh karena pernyataan itu saya tertantang untuk terus mencari Dia. Kemudian kami tinggal dalam rumah kontrakan beberapa jarak rumah dari rumah Kakak istri saya di perumahan di Sengkaling Malang.

Dan ternyata ada badai yang begitu menyita perhatian keluarga. Kakak kami terlilit hutang yang parah karena bisnisnya, lalu untuk menutup hutangnya mereka harus menjual rumahnya. Kami disuruh membeli dengan perantaraan kredit rumah dari bank. Nah...mungkin ini juga rencana Tuhan mengapa kami tidak boleh membeli rumah .....yaitu kami harus menolong kakak kami.

KARYA DI RS. BATU....

Setelah bekerja di Rumah Sakit. ini saya merasakan Firman Tuhan diberitakan sangat kuat di sana, lebih dari rumah sakit saya yang pertama. Saya baru sadar itu artinya kerajaan kecil yang terang benderang di dalamnya, lalu mengapa yang luar tidak seterang dalamnya; ternyata ada masalah dalam pemasaran; sekarang sudah lebih diperbaiki.
Tuhan membuat saya kagum sekaligus bersyukur. Program Asuhan Keperawatan dengan komputer yang hanya saya impikan di Rumah Sakit saya yang pertama dapat saya wujudkan di Batu bahkan sudah diikuti oleh kasir untuk bilingnya.
Kemudian Keperawatan Primer bisa dilakukan, dan yang terakhir yang pernah saya impikan yakni Penilaian Kinerja Pegawai menurut kompetensi masing-masing profesi juga terwujud. Semua karena Tuhan. Saya juga mengalami dengan nyata bagaimana Komite Keperawatan yang sesungguhnya meskipun berjalan dengan sangat sulit.

TUHAN, BIMBINGLAH AKU....
Ada beberapa kejadian yang membuat saya .........saya tidak bisa mengatakannya selain syukur.
Suatu saat saya sedang dinas menjadi supervisor, waktu itu dinas malam saya jaga di kantor perawatan. Tiba-tiba jam 3 malam saya merasa didorong Tuhan untuk berjalan ke lantai III kelas 3, saya tidak tahu ada apa. Saya lihat yang sedang jaga satu perawat sedang siap-siap untuk istirahat. Kemudian saya berjalan keliling melihat pasien-pasien yang sedang tidur. Apa yang terjadi .....ada satu pasien yang kamarnya dekat dengan kantor perawat infusnya sudah "habis" artinya kosong, udara sudah mau sampai ke tangan pasien. Dalam hati saya hanya berucap " Engkau baik Tuhan"......kemudian saya memberitahukan kepada perawat. Dia mengatakan telah dicek dan infus masih banyak. Saya tidak memarahi dia karena saya lihat dari wajahnya yang sudah menampilkan rasa bersalahnya......

Suatu kali dinas Sore menjadi supervisor saya merasa dibimbing untuk berjalan naik ke lantai III kelas 2. Perawat sedang duduk di Nurse Station, kemudian saya menecek pasien dan masuk ruang isolasi A ; ada pasien wanita tua sedang mengalami distress nafas, nafas cepat mungkin sampai 35 X/mnt..Perawat tidak memahaminya. Saya menanyakan tekanan darahnya berapa ternyata hampir syok. Sekali lagi saya terheran kepada Tuhan. Lalu saya instruksikan untuk memindahkan pasien ke ICU. Saya memberi bantuan nafas, pasien kami dorong dengan tempat tidurnya ke ICU. Sesampai di ICU pasien mulai berhenti nafas, kemudian dilakukan resusitasi, dan berhasil. Puji Tuhan, andai pasien tetap di ruang rawat inap dengan alat-alat sangat terbatas akan lebih sulit kemungkinan untuk berhasil.

Pada suatu sore saya merasa dibimbing berjalan ke lantai III kelas 3,   perawat seedang sibuk melakukan resusitasi. Kacau sekali kondisinya. Mana memasang alat bantu nafas tidak tepat, alat tidak ready, dsb. Pasien akhirnya meninggal. Perawat merasa bersalah, ini perawat yang sebelumnya saya ajak mendorong pasien ke ICU. Dia mengatakan sebelumnya pasien tidak apa-apa lalu tiba-tiba memburuk. Saya menduga kemungkinan serangan jantung. Kelihatannya ini bukan happy ending, tetapi beberapa waktu lalu Tuhan menyatakan kejadian inilah yang memicu kami mengadakan pelatihan BLS total. Semua perawat dituntut wajib dapat menggunakan alat bantu nafas dan kompresi dada dengan benar. Puji Tuhan, pelatihan itu yang mendorong dan mengadakan Tuhan sendiri, bukan kami.

IBU TERCINTA........
Waktu di Rumah Sakit saya yang kedua, saya sedang jaga IGD pagi. Sudah 2 minggu saya tidak pulang, juga tidak telepon rumah di Kediri. Kemudian masuk IGD dr. N.W, Spesialis Saraf datang ke IGD setelah selesai memeriksa pasien di Poliklinik. Dia menunjuk saya katanya " kamu tidak pulang ke Kediri?" saya jawab " ya Dok, biasanya seminggu sekali. Saya merasa ada yang aneh dengan teguran dokter tadi, tiba-tiba saya tersentak dalam hati saya" telepon ibu sekarang".
Lalu saya lari keluar IGD mencari sinyal terus telepon ibu " Ibu, ibu tidak apa-apa?" Ibu saya sedang menangis tersedu-sedu, ia menjawab " Oalah le (Nak), Ibu mau makan ini ingat kamu, kamu kok langsung telepon ibu" ibu saya sangat heran, (sampai sekarang). Lalu saya katakan kepada Ibu " Ibu, Tuhan menyuruh aku telepon ibu." Tuhan sudah memakai seorang dokter untuk menegor saya.


IBUKU SAKIT JANTUNG. ....

Beberapa lama setelah aku kerja di Rumah Sakitku yang kedua, ibuku mengalami sakit jantung koroner dan harus dirawat di ruang ICU Rumah Sakitku yang pertama di Kota Kediri. Kemudian saya minta ijin cuti untuk menjaga ibu. Waktu itu aku melihat ibu kesakitan, kasihan sekali. Dia katakan sakit sambil memegangi dadanya. Saya bertanya kepada suster mengapa tidak diberi obat injeksi (maksud saya morphine)? Mereka mengatakan harus menunggu 1 jam lagi karena obat oral sudah diberikan. Katanya protapnya memang seperti itu. Aku begitu cemas, harus melihat ibu kesakitan selama 1 jam? bagaimana mungkin? Pasti ada jalan keluar pikirku. Dalam kepalaku adalah "ke atas artinya berdoa" itu satu-satunya jalan keluar. Lalu aku masuk ICU aku dekati ibu. "Ibu piye ?" dia katakan " lara " sambil memegang dadanya. " Ayo bu, kita berdoa" ibu aku peluk, aku tidak bisa mengatakan apa-apa kepada Tuhan, aku hanya menjerit " Tuhan..." hatiku sangat sedih. Lalu tiba-tiba aku merasakan kuasa-Nya (dalam hatiku ini Kuasa Darah Yesus). Aku juga ingat kata alkitab ...Roh membantu kita dalam kelemahan kita... Lalu aku lepaskan pelukanku kepada ibu. Aku melihat ibu sudah tidak kesakitan lagi. Aku tanya " Ibu piye?" dia menjawab " wis gak lara / sudah tidak sakit" aku heran. Lalu aku tanya lagi " Sama sekali bu?" ibu menjawab " blas (artinya tidak sakit sama sekali). Ajaib Tuhan. Bisanya nyeri yang sembuh karena obat akan berkurang bertahap, tetapi ini sama sekali tidak ada. Saya tanya berulang-ulang pada ibu " sama sekali nggak nyeri sedikitpun?" kembali ibu menjawab " blas...." sambil menggeleng kepala. Saya jadi tahu bahwa Allah tidak pernah kekurangan mujizat-Nya.

Beberapa waktu kemudian ibu saya dipindahkan ke ruang rawat inap biasa : tempatnya di depan ICU di Rumah Sakit saya yang pertama. Waktu itu ibu saya tinggal, malam saya pulang untuk istirahat di rumah. Pagi sekitar jam 4 atau 4.30 saya merasa saya harus lihat ibu. Lalu saya ke rumah sakit melihat ibu. Ibu saya tiba-tiba mengatakan " le...dadaku kok krasa arep lara / Nak, dadaku kok terasa akan sakit" lalu aku katakan " ayo bu kita berdoa" lalu kami berdoa kepada Tuhan" Tuhan tolong...dst." Tiba-tiba ada gambaran dalam hati saya ada jaring yang terlepas dari koroner ibu. Lalu saya buka mata dan bertanya " ibu gimana?" ibu menjawab " wis gak sida lara / sudah nggak jadi sakit" Uhuiii...Tuhan ajaib, itu terus menguatkan saya, Tuhan sanggup jaga ibu saya.

TERTIMPA KASIH KARUNIA SEGEDE BULAN............
Oleh banyaknya pengalaman mujizat saya sering menggeser diri merasa lebih baik dari orang lain. Tetapi dengan jelas Firman Tuhan berkata Barang siapa meninggikan diri dia akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri dia akan ditinggikan. Firman ini sangat kuat bagi saya, saya sangat takut, suatu saat saya akan direndahkan..... Lalu saya berusaha untuk rendah hati bagaimanapun caranya...... Saya merasa ada hal yang tidak beres dalam diri saya. Lalu saya berpikir " aku harus datang kepada Hamba Tuhan supaya saya tetap dalam "Kasih Karunia".
Aku datang kepada 2 hamba Tuhan di Rumah Sakitku yang kedua. Aku menceritakan pengalaman-pengalamanku lalu aku katakan" tolong aku Pak, aku tidak ingin keluar dari Kasih Karunia aku takut aku akan sombong (padahal sudah sering sombong), atau mungkin hidup seenaknya". Lalu tiba-tiba mereka mengatakan " Pak kita ini hanya makhluk", intinya kita ini eksis, itu semua karena "Kasih Karunia". Lalu ada kata-kata yang membuat saya sembuh " Pak, bahkan untuk rendah hatipun kita perlu "Kasih Karunia". Puji Tuhan...saya merasa tertimpa Kasih Karunia segede bulan. Lalu saya berkata kepada mereka " Justru untuk itulah Pak saya datang kepada Bapak, supaya ada saudara yang berdoa untuk saya, saya tidak dapat berbuat apa-apa". Kemudian mereka berdua berdoa untuk saya,....Puji Tuhan...saya pulang dengan diri saya yang baru. Ternyata selama ini saya menyimpan satu hal yang menghalangi Kasih Karunia....dan saya dilepaskan.

Saudaraku, betapa pentingnya saudara seiman. Yesus berkata dalam Injil Yohanes
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Kaki kita seringkali kotor karena kotoran / kenajisan dunia ini. Kita wajib saling membasuh kaki kita.

Derek Prince mengatakan bahwa ada bagian tubuh kita yang tidak terlindungi saat kita mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, yakni punggung kita. Dan siapakah yang akan menjaganya, yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah Saudara-Saudara kita seiman.
Yakobus menyatakan implikasi yang sangat baik dalam membasuh kaki demikian : Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Haleluyah. Anda berada dalam keterikatan? Kenajisan tersembunyi? Datanglah kepada saudaramu!!!!!! Doanya yang tulus akan membersihkan engkau!!!
Jangan sombong,......karena dengan kesombongan Anda siap untuk direndahkan.


Saudara, saya sudah membuktikan bahwa ALLAH yang saya kenal benar-benar ada dan nyata. Dia bukan doktrin atau dongeng isapan jempol. Dia adalah Allah yang hadir. Dengarkan Dia, Dia ada dalam Firman-Nya. Mau mengenal Dia? hanya ada satu jalan >>>> terima kebenaran yang Dia sediakan yakni "Kasih Karunia dalam Penebusan". Kita tidak pernah sampai kepada Dia tanpa Penebusan dari Dia. Jika kita percaya kepada-Nya, maka kita percaya juga bahwa Ia sudah mati dan bangkit bagi kita untuk menebus dosa kita. Setelah itu barulah kita layak menerima Roh-Nya yang bekerja di dalam kita. Roh itulah yang membimbing kita menelusuri seluruh bagian Alkitab dan menyatakannya bagi kita. Segala yang najis diungkap dan dibongkar, menuntut kita hidup dalam kekudusan-Nya.

Percayalah Saudara, Saudara perlu ditebus dari dosa dan kenajisan Saudara. Supaya kita layak mendapatkan persekutuan yang sesungguhnya dengan Dia.

PINDAH KERJAKU YANG KEDUA........
Aku memiliki ayah dan ibuku yang sudah lanjut.....mereka tinggal berdua di rumah. Akhir-akhir ini ibu sering jatuh...Aku merasa sangat sedih dan berpikir Aku harus pulang. Tidak ada satu ayatpun di Alkitab yang tidak mengharuskan aku merawat bapa dan ibuku. Jadi aku meyakinkan diri bahwa kami harus pulang ke Kediri. Aku tahu ini akan mengecewakan manajemen perusahaanku, masih ada pekerjaan penilaian kinerja pegawai yang belum selesai. Tetapi apa boleh buat.....aku harus pulang. Aku terus mencari peneguhan dari Tuhan, berdoa dan berpuasa. Namun aku tahu kebutuhanku yang utama, yakni aku perlu pengenalan akan Tuhan lebih dari sebelumnya.
Pikirku : kalau aku mengenal Dia, aku akan selalu dekat dengan Dia, berada dalam maksud dan rencana-Nya selalu. Dan Puji Tuhan, berkat Tuhan berdatangan bagaikan gelombang. Dari hari ke-tiga sampai ke-50 puasaku Dia selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. 
Berkat yang aku terima sekarang adalah manajemen menyetujui kepulanganku, secara bertahap. Selama 3 hari aku akan bekerja di Batu, dan 3 hari bekerja di Kediri di STIKES. Puji Tuhan,  dan Istriku dia mau bersemangat bekerja di STIKES. Itu hari ke-50 berkat yang aku terima dari Tuhan.