TERBANG DENGAN SAYAP FAJAR ? .... DIA SELALU ADA BAGI KITA...

Search This Blog

Friday, March 9, 2012

Capek Sekali Tuhan

Beberapa waktu yang lalu, aku pulang kerja di Sengkaling Malang, aku merasakan badanku capek / lelah sekali. Pulang sudah sekitar pukul 16.30 sore, besuknya harus datang ke Kediri, karena akan ada lokakarya KBK.



Jadi aku berpikir sebaiknya aku harus segera pulang ke Kediri supaya dapat istirahat. Lokakarya biasanya akan dilakukan seharian dari pagi sampai sore. Jika aku pulang pagi, pasti akan sangat lelah dan tidak dapat mengikuti dengan baik.


Sore itu badanku sangat lelah, bila aku merebahkan diri di tempat tidur pasti akan segera tertidur bisa-bisa sampai pagi. Aku duduk di tepi tempat tidur, tiba-tiba aku berdoa, ngomong sama Tuhan " Tuhan aku capek capek sekali....dan seterusnya aku lupa aku sudah ngomong apa saja dalam doa".


Setelah amin dan bangkit berdiri aku terkejut " Lho capekku kok hilang..." aku gerakkan badanku ke kiri dan kekanan untuk memastikan ....dan ternyata capek / lelahku memang hilang. Aku segera mengambil tas dan memakai jaketku lalu pulang ke Kediri naik sepedamotor karena itu yang paling cepat untuk sampai di Kediri. Sampai di Kediri perjalanan sekitar 2,5 - 3 jam kembali aku terkejut aku tidak merasakan capek setelah perjalanan dengan sepeda motor itu dibanding dengan hari biasanya.


Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang tidak aku duga sebelumnya.

Tuesday, December 13, 2011

Mahkota Duri

Mahkota duri, dipakai Yesus pada saat Dia disalibkan. Mengapa? Itu bukan suatu kebetulan.


Seharusnya kitalah yang memakainya. Mahkota duri itu tidak seindah yang digambar di film atau foto-foto yang pernah kita lihat. Tapi tepatnya itu mahkota yang kotor ( kemungkinan jalinan semak dan duri yang ditemukan prajurit-prajurit Romawi pada saat itu). Kitalah yang seharusnya memakainya.

Seluruh tanda di tubuh Yesus pada saat Dia disalib adalah simbol-simbol dosa yang seharusnya kita tanggung. Simbol - simbol apakah itu?

Perhatikanlah Firman Tuhan dari Kitab Kejadian sbb :
3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Yesus memakai mahkota duri saat disalibkan, Dia mengambilnya, dipakai-Nya, seharusnya itu untuk kita karena kita sudah terkena kutuk karena dunia ini. Dosa keturunan, dipatahkan-Nya di kayu salib.
Mahkota duri juga merupakan suatu lambang "paradigma dunia" dimana kita dulu berada. Diambil-Nya itu, digantinya dengan "paradigma Ilahi" yakni pemerintanan-Nya di dunia ini. Bersiaplah Saudara, jika Saudara percaya kepada-Nya, maka paradigma-Nya mulai melingkar di kepala Anda.Anda menjadi berbeda.

Masih banyak kesaksian Firman Tuhan yang perlu kita simak, semuanya berbicara tentang Sang Firman, yang telah mengunjungi ciptaan-Nya. Supaya kembali kepada keadaan semula, yakni dipenuhi kemuliaan-Nya. Bukan dunia ini, karena dunia ini akan binasa.

Tobe continued. GBU

Sunday, November 27, 2011

Mengapa Kita masih Berbuat Dosa (2)

Kita masih berbuat dosa karena sering kali kita terpesona dengan sesuatu dari dunia ini.


Mirip dengan Hawa, yang terpesona melihat eloknya buah pengetahuan yang baik dan buruk.  Saat melihat buah itu, dia tidak melihat hal yang lain yang lebih elok dari buah itu yaitu Tuhan sendiri. Tuhan memang sedang tidak menampakkan diri kepada Hawa saat peristiwa itu, karena memang Tuhan memberi "kehendak bebas" kepada manusia. Perintah-Nya sudah jelas yakni mengusahakan dengan baik seluruh Taman Eden. Dan jangan memakan 1 buah itu saja yakni buah pengetahuan yang baik dan jahat.

Kematiah Yesus di kayu salib mengembalikan situasi ini. Dengan darah-Nya, kita dikembalikan kepada keelokan yang sejati, yakni Persekutuan dengan Dia. Kita boleh kembali menikmatinya, dan memang ketika kita datang kepada-Nya, Dia jauh lebih elok dibanding semua yang ada di dunia ini. Semua kemuliaan dunia ini pudar di hadapan tahta-Nya.


Ketika kita datang kepada-Nya, maka kita percaya kepada-Nya. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita percaya juga bahwa Dia sudah menebus segala dosa dan kenajisan kita di kayu salib, karena tidak mungkin kita membayar kenajisan kita dengan diri kita sendiri atau segala perbuatan amal baik kita, karena kita ini najis adanya.  Hanya dengan penebusan dari Dia, kita mendapatkan kembali kekudusan kita.

Jadi saat kita datang kepada-Nya, maka Kuasa Darah-Nya itu menerpa kita, melayakkan kita, dan kita boleh menikmati keelokan yang sejati dari Dia yakni Dia sendiri. Betapa itu sangat berharga bagi kehidupan kita. Dan dunia, di manakah dia sekarang....? Itulah sebabnya Dia mengatakan bahwa anak-anak-Nya mengalahkan dunia ini.